Penuliskeceh Penulis Blog Terkuat di Muka Bumi

Kenalan dengan Upacara Nadar, Yuk

1 min read

Auto Draft

Masyarakat Madura memang terkenal sebagai masyarakat yang punya banyak kebiasaan yang unik dan layak untuk dikenal. Salah satu kebiasaan masyarakat yang kemudian menjadi budaya di Madura adalah upacara nadar.

Upacara ini awalnya merupakan sebuah tradisi yang berkembang dari kabupaten Sumenep. Lebih tepatnya upacara ini berawal hidup dari masyarakat Pinggir Papas. Dari sanalah upacara ini berkembang di Madura hingga menjadi tradisi yang tak bisa dipisahkan.

Auto Draft

Apa Sih Sebenarnya Upacara Nadar Itu?

Seperti yang tadi sudah dikatakan, upacara nadar merupakan salah satu tradisi khas Madura yang berasal dari kabupaten Sumenep. Nadar sendiri merupakan upacara yang dilakukan oleh para petani garam yang hidup di Pinggir Papas, Sumenep.

Upacara yang satu ini selalu dilakukan tiap kali panen garam dan dilakukan untuk menghormati para leluhur masyarakat Madura. Terutama, leluhur yang mengajari mereka cara membuat garam dengan benar sehingga masih bisa digunakan hingga sekarang ini.

Awalnya, upacara nadar ini dilakukan oleh seorang syekh yang merantau di Madura untuk menyebarkan agama islam. Saat sampai di Madura, ia malah mengetahui cara membuat garam secara tidak sengaja.

Karena ia merasa cara membuat garam ini bisa berguna bagi masyarakat dan penyebaran islam, akhirnya ia mengajarkan cara membuat garam pada masyarakat Madura. Tak hanya mengajarkannya, ia juga memperkenalkan cara bersyukur pada Allah melalui upacara nadar ini. Akhirnya sampai sekarang masyarakat masih tetap menerapkan ajaran dari syeik tersebut, sehingga upacara nadar menjadi upacara wajib warna Sumenep.

 

Bagaimana Jalannya Kegiatan dalam Upacara Nadar?

Nah, di Madureh, upacara nadar ini dilakukan dalam 3 kali ritual. Upacara pertama akan dilakukan di dekat makam syeik Anggasuta yang berada di Kebundadap Barat, wilayah Sumenep.

Upacara pertama ini dilakukan di saat masyarakat baru memulai untuk membuat garam, tujuannya adalah untuk meminta kelancaran dalam proses pembuatan garam ini. Secara spesifik, waktu upacara nadar pertama adalah di bulan Juli.

Nah, setelah 1 bulan sejak upacara nadar pertama, masyarakat akan melakukan upacara nadar kedua di sekitar makam syeik Bangsa yang lokasinya juga di Kebundedep Barat, wilayah Sumenep. Saat melakukan nadar kedua ini, masyarakat akan berziarah dan berdoa di kuburan syeik tersebut.

Sementara itu, upacara nadar yang ketiga akan dilakukan 1 bulan pula setelah nadar kedua dilakukan masyarakat. Berbeda dengan upacara nadar pertama dan kedua, upacara nadar ketiga ini dilakukan di desa Pinggir Papas dan dilakukan dengan membaca naskah kuno.

Jadi masyarakat tak lagi berdoa di makam syeik, namun hanya membaca berbagai naskah kuno yang berisikan cerita kehidupan manusia yang penuh pelajaran berharga.

 

Nah, itulah penjelasan tentang upacara nadar. Unik sekali kan? Kamu bisa menyaksikan upacara ini juga saat kamu berkunjung ke Madura.

Reza
Penuliskeceh Penulis Blog Terkuat di Muka Bumi